Skip to main content
  1. Buku/
  2. Belajar Bersama AI: Panduan Guru di Era Kecerdasan Buatan/

Lampiran C: Kumpulan Prompt Siap Pakai untuk Guru

·3993 words·19 mins·
Noor Khafidzin
Author
Noor Khafidzin
A homelab enthusiast obsessed with system efficiency and the art of troubleshooting.
Table of Contents
Lampiran Buku Belajar Bersama AI - This article is part of a series.
Part 2: This Article
Cara Menggunakan Lampiran Ini: Salin prompt yang relevan, ganti bagian dalam kurung siku [seperti ini] dengan informasi spesifik yang dibutuhkan, lalu tempel ke platform AI pilihan (ChatGPT, Claude, Gemini, atau lainnya). Semakin spesifik pengisian bagian dalam kurung siku, semakin relevan hasil yang didapatkan.

1. Perencanaan Pembelajaran (RPP & Modul Ajar)
#

1.1 Membuat RPP / Modul Ajar Lengkap
#

Kamu adalah perancang kurikulum berpengalaman yang memahami Kurikulum Merdeka Indonesia.

Buatkan modul ajar untuk:
- Mata pelajaran: [nama mata pelajaran]
- Topik/materi: [topik spesifik]
- Jenjang: [SD/SMP/SMA/SMK]
- Kelas: [kelas]
- Durasi: [jumlah pertemuan] x [durasi per pertemuan] menit
- Jumlah siswa: [jumlah] orang

Struktur modul ajar mencakup:
1. Identitas dan informasi umum (tujuan pembelajaran, profil pelajar Pancasila yang disasar)
2. Kompetensi awal yang diprasyaratkan
3. Sarana dan prasarana yang dibutuhkan
4. Pemahaman bermakna (big idea)
5. Pertanyaan pemantik
6. Kegiatan pembelajaran (pendahuluan, inti, penutup) yang detail dan bisa langsung dipraktikkan
7. Asesmen (diagnostik, formatif, dan sumatif)
8. Pengayaan dan remedial
9. Refleksi guru

Gunakan bahasa yang jelas dan mudah dipahami guru. Pastikan kegiatan berpusat pada siswa dan mendorong berpikir kritis.

1.2 Membuat Pertanyaan Pemantik yang Menarik
#

Buatkan 10 pertanyaan pemantik untuk membuka pembelajaran tentang [topik] di kelas [kelas] [jenjang].

Kriteria pertanyaan:
- Membangkitkan rasa ingin tahu siswa
- Menghubungkan materi dengan kehidupan sehari-hari siswa di Indonesia
- Tidak bisa dijawab dengan "ya" atau "tidak"
- Mendorong diskusi dan beragam perspektif
- Variatif: mulai dari pertanyaan sederhana hingga yang memerlukan pemikiran mendalam

Untuk setiap pertanyaan, sertakan catatan singkat: "Mengapa pertanyaan ini efektif untuk topik ini."

1.3 Merancang Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)
#

Bantu saya merancang Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) untuk:
- Mata pelajaran: [nama mata pelajaran]
- Fase: [Fase A/B/C/D/E/F sesuai Kurikulum Merdeka]
- Semester: [1 atau 2]

Sajikan ATP dalam format tabel dengan kolom:
- No. urut
- Tujuan Pembelajaran (TP) yang spesifik dan terukur
- Materi pokok
- Perkiraan jumlah JP (Jam Pelajaran)
- Asesmen yang sesuai

Pastikan alur tujuan pembelajaran disusun secara logis dari sederhana ke kompleks, dan setiap TP memiliki kata kerja operasional yang jelas sesuai taksonomi Bloom yang direvisi.

1.4 Merancang Proyek Pembelajaran Berbasis Proyek (PBP)
#

Bantu saya merancang proyek pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning) dengan:
- Mata pelajaran: [nama mata pelajaran] (bisa lintas mapel jika relevan)
- Kelas: [kelas]
- Topik besar: [topik]
- Durasi proyek: [jumlah minggu] minggu
- Konteks lokal: [kota/daerah tempat sekolah berada]

Rancangan proyek mencakup:
1. Pertanyaan penggerak (driving question) yang autentik dan relevan
2. Produk akhir yang nyata dan bermakna bagi komunitas
3. Tahapan proyek beserta jadwal mingguan
4. Peran dan tanggung jawab siswa
5. Cara mengintegrasikan profil pelajar Pancasila
6. Rubrik penilaian proses dan produk
7. Cara melibatkan orang tua dan komunitas

Proyek harus bisa dikerjakan dengan sumber daya yang tersedia di sekolah negeri Indonesia pada umumnya.

2. Pembuatan Soal dan Asesmen
#

2.1 Membuat Soal Pilihan Ganda HOTS
#

Buatkan [jumlah] soal pilihan ganda tingkat tinggi (HOTS, level C4-C6 Taksonomi Bloom) tentang [topik] untuk siswa kelas [kelas] [jenjang].

Format setiap soal:
- Stimulus (teks, data, grafik, atau skenario) sebagai konteks soal
- Pertanyaan yang membutuhkan analisis, evaluasi, atau kreasi
- 5 pilihan jawaban (A-E) yang homogen dan masuk akal
- Kunci jawaban
- Penjelasan mengapa jawaban lain salah (distraktor analysis)
- Level kognitif: C4 Analisis / C5 Evaluasi / C6 Kreasi

Pastikan soal menggunakan konteks yang relevan dengan kehidupan siswa Indonesia dan tidak bisa dijawab hanya dengan hafalan.

2.2 Membuat Soal Esai Terstruktur
#

Buatkan [jumlah] soal esai terstruktur tentang [topik] untuk ujian [nama ujian/ulangan harian/PAS] kelas [kelas].

Setiap soal harus:
- Disajikan dengan skenario atau konteks yang nyata
- Memiliki sub-pertanyaan bertingkat (dari pengetahuan dasar ke analisis)
- Dilengkapi pedoman penskoran (rubrik) yang jelas dan objektif
- Mencakup indikator jawaban minimal yang diharapkan
- Menyebut bobot skor per sub-pertanyaan

Total bobot seluruh soal: 100 poin

2.3 Membuat Bank Soal dengan Variasi Kesulitan
#

Buatkan bank soal tentang [topik] untuk kelas [kelas] dengan distribusi kesulitan:
- 30% soal tingkat mudah (C1-C2): untuk memastikan pemahaman dasar
- 40% soal tingkat sedang (C3): untuk penerapan konsep
- 30% soal tingkat tinggi (C4-C6, HOTS): untuk berpikir kritis

Jumlah total: [jumlah] soal
Tipe soal: [pilihan ganda / isian singkat / esai / campuran]

Sajikan dalam format tabel dengan kolom: No | Soal | Jawaban/Kunci | Level Kognitif | Sub-topik | Tingkat Kesulitan

Saya ingin bisa memilih soal mana yang digunakan untuk latihan harian, remedial, atau ulangan.

2.4 Membuat Rubrik Penilaian
#

Buatkan rubrik penilaian holistik dan analitik untuk menilai [jenis tugas: presentasi/esai/proyek/praktik] tentang [topik] untuk kelas [kelas].

Rubrik harus mencakup:
- Minimal 4 dimensi/aspek penilaian yang relevan
- 4 level kinerja: Mahir (4) / Cakap (3) / Berkembang (2) / Awal (1)
- Deskriptor yang jelas dan spesifik untuk setiap sel rubrik
- Bobot persentase untuk setiap dimensi (total 100%)
- Petunjuk penggunaan rubrik untuk guru

Sajikan dalam format tabel yang mudah dibaca dan diisi.

2.5 Membuat Soal Asesmen Diagnostik
#

Saya akan mulai mengajar topik [topik] di kelas [kelas]. Buatkan asesmen diagnostik untuk memetakan pengetahuan awal siswa.

Asesmen diagnostik terdiri dari:
1. 5 pertanyaan pilihan ganda untuk mengecek pemahaman prasyarat
2. 3 pertanyaan terbuka singkat yang mengungkap miskonsepsi umum
3. 1 pertanyaan reflektif: "Apa yang sudah kamu ketahui dan apa yang ingin kamu pelajari tentang [topik]?"

Sertakan juga:
- Panduan interpretasi hasil: jika siswa menjawab X benar dari Y, artinya...
- Rekomendasi tindak lanjut berdasarkan hasil diagnostik

Waktu pengerjaan yang ditargetkan: [durasi] menit

3. Diferensiasi Materi Pembelajaran
#

3.1 Menyederhanakan Teks untuk Siswa dengan Kemampuan Lebih Rendah
#

Berikut adalah teks materi untuk kelas [kelas] tentang [topik]:

[TEMPEL TEKS MATERI DI SINI]

Tolong ubah teks ini agar lebih mudah dipahami oleh siswa yang memiliki kemampuan membaca di bawah rata-rata kelas, dengan cara:
- Gunakan kalimat yang lebih pendek (maksimal 15 kata per kalimat)
- Ganti kosakata teknis dengan kata yang lebih sederhana (sertakan penjelasan jika istilah teknis tetap harus ada)
- Tambahkan analogi sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa Indonesia
- Buat struktur yang lebih jelas dengan sub-judul dan poin-poin
- Pertahankan semua konsep kunci yang penting

Hasil: teks yang lebih mudah, namun tetap akurat dan informatif.

3.2 Memperkaya Materi untuk Siswa Gifted
#

Siswa saya yang sudah menguasai materi [topik] perlu tantangan lebih. Buatkan materi pengayaan berupa:

1. Koneksi antara [topik] dengan bidang ilmu lain (misalnya: hubungan dengan matematika, sejarah, sosial, atau teknologi)
2. Pertanyaan filosofis atau etis yang ditimbulkan oleh topik ini
3. Kasus nyata atau riset terkini yang berkaitan dengan topik ini (bisa dari konteks Indonesia maupun global)
4. Mini-proyek mandiri yang bisa dikerjakan siswa selama [durasi]: [deskripsikan jenis proyek yang relevan]
5. Sumber belajar lanjutan: buku, artikel, atau video yang direkomendasikan (sebutkan judul dan alasan rekomendasinya)

Tingkat kesulitan: setara dengan siswa SMA/mahasiswa semester awal untuk kelas [kelas yang bersangkutan].

3.3 Membuat Materi untuk Siswa dengan Kebutuhan Khusus
#

Saya memiliki [jumlah] siswa dengan [jenis kebutuhan khusus: disleksia / ADHD / low vision / lamban belajar / autism spectrum] di kelas [kelas].

Bantu saya menyesuaikan kegiatan pembelajaran tentang [topik] agar lebih inklusif:

1. Modifikasi cara penyajian materi (presentasi visual, audio, atau kinestetik)
2. Modifikasi instruksi tugas agar lebih jelas dan terstruktur
3. Modifikasi penilaian yang adil namun tetap mengukur tujuan pembelajaran
4. Strategi dukungan dalam kelas yang bisa dilakukan guru kelas reguler
5. Sumber daya atau alat bantu sederhana yang bisa digunakan

Catatan konteks: [tambahkan informasi relevan tentang kondisi siswa jika perlu, tanpa menyebut nama]

3.4 Membuat Variasi Aktivitas untuk Berbagai Gaya Belajar
#

Topik yang akan saya ajarkan: [topik]
Kelas: [kelas]
Durasi tersedia: [durasi] menit

Buatkan 4 variasi aktivitas pembelajaran untuk topik ini yang mengakomodasi berbagai gaya belajar:
1. Aktivitas VISUAL: berbasis gambar, diagram, peta konsep, atau video
2. Aktivitas AUDITORI: berbasis diskusi, presentasi lisan, podcast, atau ceramah interaktif
3. Aktivitas KINESTETIK: berbasis gerak, manipulasi benda, atau eksperimen
4. Aktivitas BACA/TULIS: berbasis teks, jurnal, atau analisis dokumen

Setiap aktivitas:
- Berdurasi sekitar [durasi] menit
- Bisa dilakukan dengan sumber daya yang tersedia di sekolah
- Mencapai tujuan pembelajaran yang sama
- Dilengkapi petunjuk pelaksanaan yang jelas

4. Umpan Balik dan Penilaian Siswa
#

4.1 Memberikan Umpan Balik Tertulis yang Konstruktif
#

Saya perlu memberikan umpan balik tertulis pada esai siswa berikut. Bantu saya menyusun umpan balik yang konstruktif, spesifik, dan memotivasi.

Tugas: [deskripsi tugas]
Tujuan pembelajaran yang dinilai: [tujuan pembelajaran]
Hasil kerja siswa (anonim): [TEMPEL TEKS TUGAS SISWA DI SINI]
Rubrik yang digunakan: [deskripsikan kriteria penilaian singkat]

Buatkan umpan balik yang:
1. Mengakui apa yang sudah dilakukan dengan baik (spesifik, bukan hanya "bagus")
2. Menunjukkan 2-3 area yang perlu diperbaiki dengan penjelasan yang jelas mengapa
3. Memberikan saran konkret cara memperbaikinya
4. Disampaikan dengan bahasa yang mendorong, bukan mematahkan semangat
5. Mengajukan 1-2 pertanyaan reflektif untuk mendorong siswa berpikir lebih lanjut

Panjang umpan balik: sekitar [100-200] kata dalam bahasa Indonesia yang natural.

4.2 Menganalisis Pola Kesalahan Siswa
#

Saya memiliki data hasil ulangan [nama ulangan] kelas [kelas] tentang [topik].

Berikut adalah daftar kesalahan umum yang saya temukan:
[DAFTARKAN KESALAHAN YANG MUNCUL, misalnya:
- 20 dari 30 siswa salah pada soal nomor 5 tentang...
- Banyak siswa mencampuradukkan konsep X dan Y
- Siswa cenderung salah dalam menghitung/menganalisis...]

Bantu saya:
1. Mengidentifikasi pola dan kemungkinan akar penyebab miskonsepsi ini
2. Merancang kegiatan remedial 1 pertemuan ([durasi] menit) yang efektif untuk mengatasi miskonsepsi ini
3. Membuat 5 soal latihan yang spesifik menyasar kesalahan ini
4. Strategi agar miskonsepsi ini tidak terulang pada pembelajaran berikutnya

4.3 Menyusun Laporan Perkembangan Siswa
#

Bantu saya menyusun narasi laporan perkembangan belajar untuk siswa dengan profil berikut:

Profil siswa (tanpa nama):
- Kelas: [kelas]
- Kekuatan akademis: [tuliskan area yang baik]
- Area yang perlu dikembangkan: [tuliskan area yang perlu ditingkatkan]
- Sikap dan karakter yang menonjol: [deskripsikan]
- Keterlibatan dalam kegiatan kelas: [deskripsikan]
- Catatan khusus (opsional): [tuliskan jika ada]

Buatkan 3 paragraf narasi yang:
- Ditulis dalam bahasa formal namun hangat dan personal
- Dimulai dengan hal positif
- Menyebutkan perkembangan konkret yang terjadi
- Memberikan arah yang jelas untuk pengembangan ke depan
- Tidak menggunakan label negatif tentang siswa
- Panjang sekitar 150-200 kata

4.4 Membuat Komentar Rapor
#

Buatkan 10 variasi komentar rapor untuk [mata pelajaran] yang:
- Bisa digunakan untuk siswa dengan pencapaian tinggi (3 variasi)
- Bisa digunakan untuk siswa dengan pencapaian rata-rata (4 variasi)
- Bisa digunakan untuk siswa yang memerlukan dukungan lebih (3 variasi)

Setiap komentar:
- Panjang 2-3 kalimat
- Spesifik pada keterampilan [mata pelajaran], bukan hanya "rajin" atau "baik"
- Menggunakan bahasa yang positif dan mendorong
- Menyebutkan area yang perlu dikembangkan secara konstruktif
- Formal dan profesional

Sajikan dalam tabel dengan kolom: No | Kategori | Komentar

5. Komunikasi dengan Orang Tua
#

5.1 Menulis Surat Pemberitahuan Kegiatan
#

Buatkan surat pemberitahuan kepada orang tua/wali murid tentang:
Kegiatan: [nama dan deskripsi kegiatan]
Tanggal/waktu: [tanggal dan waktu]
Tempat: [lokasi]
Hal yang perlu dipersiapkan orang tua/siswa: [daftarkan]
Biaya (jika ada): [sebutkan dan jelaskan peruntukannya]
Tenggat pengiriman konfirmasi/izin: [tanggal]
Contact person: [nama dan kontak]

Format surat: kop sekolah standar, bahasa resmi namun ramah, mudah dipahami oleh semua kalangan orang tua. Sertakan bagian tanda tangan dan slip konfirmasi yang bisa dilepas dan dikembalikan siswa.

5.2 Merespons Pertanyaan atau Keluhan Orang Tua
#

Seorang orang tua mengirim pesan/email berikut kepada saya:

[TEMPEL ISI PESAN ORANG TUA DI SINI]

Bantu saya menyusun balasan yang:
1. Mengakui dan menghargai kepedulian orang tua
2. Menjelaskan situasi dari perspektif sekolah/guru dengan jelas dan jujur
3. Jika ada kesalahpahaman: meluruskannya tanpa terkesan defensif
4. Jika ada masalah yang perlu ditangani: menawarkan langkah konkret
5. Mengundang kolaborasi lebih lanjut antara sekolah dan orang tua
6. Diakhiri dengan nada positif dan terbuka

Nada: profesional, empatik, dan berorientasi solusi. Panjang: sekitar 150-200 kata.

5.3 Menyiapkan Bahan untuk Pertemuan Orang Tua
#

Saya akan mengadakan pertemuan orang tua (parent-teacher conference) untuk mendiskusikan perkembangan siswa [anonim - sebut saja "siswa"].

Profil situasi:
- Isu utama yang perlu dibicarakan: [deskripsikan]
- Kekuatan siswa yang bisa disampaikan: [sebutkan]
- Area yang perlu dukungan: [sebutkan]
- Harapan dari pertemuan ini: [tujuan pertemuan]

Bantu saya menyiapkan:
1. Poin-poin pembuka yang membangun suasana positif
2. Cara menyampaikan isu sensitif tanpa menyalahkan siswa atau orang tua
3. Pertanyaan yang bisa saya ajukan kepada orang tua untuk memahami konteks di rumah
4. Usulan tindak lanjut konkret yang bisa dilakukan bersama (sekolah + orang tua)
5. Cara menutup pertemuan dengan komitmen yang jelas

6. Administrasi dan Dokumentasi Sekolah
#

6.1 Membuat Pengumuman Sekolah
#

Buatkan teks pengumuman resmi dari sekolah tentang:
Hal: [topik pengumuman]
Ditujukan kepada: [siswa / guru / seluruh warga sekolah / orang tua]
Informasi utama yang harus ada: [daftarkan poin-poin penting]
Batas waktu terkait (jika ada): [sebutkan]
Tindakan yang diharapkan: [apa yang harus dilakukan penerima pengumuman]

Format: pengumuman resmi sekolah Indonesia, bahasa formal, singkat dan to-the-point, mudah dipahami.
Panjang: tidak lebih dari 200 kata.

6.2 Membuat Proposal Kegiatan Sekolah
#

Bantu saya membuat proposal kegiatan sekolah:
Nama kegiatan: [nama kegiatan]
Jenis: [seminar / lomba / studi banding / pelatihan / ekstrakurikuler / lainnya]
Penyelenggara: [nama organisasi/panitia]
Tujuan kegiatan: [sebutkan 3-5 tujuan]
Sasaran peserta: [siapa yang dituju]
Rencana waktu dan tempat: [tanggal, waktu, lokasi]
Anggaran yang dibutuhkan: [estimasi atau sebutkan pos-pos anggaran]

Proposal mencakup:
1. Latar belakang dan dasar pemikiran
2. Tujuan kegiatan
3. Sasaran dan manfaat
4. Rencana pelaksanaan (susunan acara)
5. Kepanitiaan (template struktur panitia)
6. Rencana anggaran biaya (RAB) dalam tabel
7. Penutup

Gunakan format proposal resmi yang lazim digunakan di sekolah-sekolah Indonesia.

6.3 Membuat Notulen Rapat
#

Berikut adalah catatan kasar dari rapat yang baru saja saya hadiri:

[TEMPEL CATATAN KASAR RAPAT DI SINI]

Tolong ubah catatan ini menjadi notulen rapat yang formal dan terstruktur, mencakup:
- Header: nama rapat, tanggal, waktu, tempat, pemimpin rapat, notulis
- Daftar hadir (buat format kosong untuk diisi)
- Agenda yang dibahas
- Pembahasan per poin agenda (ringkas namun lengkap)
- Keputusan yang disepakati (beri tanda yang jelas)
- Rencana tindak lanjut: siapa melakukan apa pada kapan
- Waktu penutupan rapat

Gunakan bahasa formal Indonesia yang baku.

7. Pengembangan Materi Ajar
#

7.1 Membuat Ringkasan Materi yang Menarik
#

Buatkan ringkasan materi tentang [topik] untuk siswa kelas [kelas] yang:
- Panjang maksimal [jumlah] halaman A4
- Disajikan dalam format yang menarik: menggunakan sub-judul, poin-poin, kotak highlight, dan contoh
- Dimulai dengan "mengapa materi ini penting dalam kehidupan nyata"
- Berisi konsep-konsep kunci dengan penjelasan yang mudah dipahami
- Menggunakan minimal 3 analogi atau contoh yang relevan dengan kehidupan siswa Indonesia
- Diakhiri dengan rangkuman berupa peta konsep (dalam bentuk teks/outline) dan 3 pertanyaan refleksi

Bahasa: formal namun tidak kaku, seperti buku teks yang menarik.

7.2 Membuat Skenario atau Studi Kasus Lokal
#

Buatkan [jumlah] studi kasus atau skenario untuk pembelajaran [mata pelajaran] tentang [topik] di kelas [kelas].

Setiap studi kasus:
- Berlatar di Indonesia (boleh di [kota/daerah spesifik] atau umum)
- Melibatkan tokoh, situasi, dan konteks yang terasa nyata bagi siswa Indonesia
- Mengandung dilema atau permasalahan yang memerlukan penerapan konsep [topik]
- Dilengkapi pertanyaan diskusi: 2 pertanyaan memahami, 2 pertanyaan menganalisis, 1 pertanyaan mengevaluasi
- Panjang setiap skenario: [100-250] kata

Hindari stereotip dan pastikan representasi yang beragam (gender, latar belakang, daerah).

7.3 Membuat Panduan Eksperimen atau Aktivitas Praktik
#

Buatkan panduan eksperimen/aktivitas praktik tentang [topik/konsep] untuk kelas [kelas].

Panduan harus:
- Menggunakan bahan-bahan yang mudah ditemukan di lingkungan sekolah/rumah Indonesia
- Aman untuk dilakukan oleh siswa [jenjang]
- Berlangsung dalam waktu [durasi] menit
- Menghubungkan langsung dengan konsep yang dipelajari

Format panduan:
1. Judul eksperimen
2. Tujuan
3. Alat dan bahan (beserta estimasi harga/tempat mendapatkannya)
4. Langkah-langkah (bernomor, jelas, aman)
5. Tabel pengamatan yang perlu diisi siswa
6. Pertanyaan analisis hasil
7. Kesimpulan yang diharapkan
8. Catatan keamanan (jika ada)
9. Variasi atau tantangan lanjutan

8. Literasi Digital dan Etika AI untuk Siswa
#

8.1 Membuat Materi Pengenalan AI untuk Siswa
#

Buatkan materi pengenalan AI yang sesuai untuk siswa [kelas] [jenjang] tentang [aspek AI: apa itu AI / cara kerja AI / etika AI / penggunaan AI yang bertanggung jawab].

Materi harus:
- Menggunakan bahasa yang sesuai usia siswa
- Menggunakan analogi yang mereka kenal (mainan, game, aplikasi yang populer di kalangan mereka)
- Interaktif: sertakan pertanyaan refleksi dan aktivitas singkat
- Membahas potensi dan risiko secara berimbang
- Menyertakan contoh konkret dari kehidupan sehari-hari di Indonesia

Format: bisa berupa teks artikel, slide presentasi (dalam bentuk outline per slide), atau panduan diskusi kelas.
Durasi penggunaan: sekitar [durasi] menit pelajaran.

8.2 Membuat Panduan Penggunaan AI yang Bertanggung Jawab untuk Siswa
#

Buatkan panduan penggunaan AI yang bertanggung jawab untuk siswa [jenjang] dalam mengerjakan tugas sekolah.

Panduan mencakup:
1. Kapan boleh dan kapan tidak boleh menggunakan AI untuk tugas
2. Cara menggunakan AI sebagai alat belajar, bukan sebagai pengganti belajar
3. Cara menyebutkan/mengakui penggunaan AI dalam tugas (AI disclosure)
4. Cara memverifikasi informasi yang diberikan AI
5. Risiko privasi yang perlu diwaspadai saat menggunakan AI
6. Pertanyaan yang bisa ditanyakan kepada diri sendiri sebelum menggunakan AI untuk tugas

Format: infografis dalam bentuk teks (bisa diubah menjadi poster kelas), bahasa yang mudah dipahami siswa [jenjang].
Tambahkan juga: 5 contoh situasi "boleh pakai AI" vs "tidak boleh pakai AI" beserta alasannya.

8.3 Membuat Diskusi Kelas tentang Etika AI
#

Bantu saya memfasilitasi diskusi kelas tentang etika AI untuk siswa kelas [kelas].

Skenario diskusi: [pilih salah satu atau deskripsikan sendiri]
- "Apakah adil jika AI menentukan nilai ujian siswa?"
- "Jika AI bisa membuat karya seni, apakah masih perlu belajar menggambar?"
- "Siapa yang bertanggung jawab jika AI memberikan informasi yang salah?"

Buatkan:
1. Latar belakang skenario yang menarik dan relevan (1 paragraf)
2. Pertanyaan pembuka diskusi (3 pertanyaan)
3. Dua perspektif yang berbeda dengan argumen masing-masing
4. Pertanyaan lanjutan untuk memperdalam diskusi (5 pertanyaan)
5. Pertanyaan penutup untuk sintesis: "Berdasarkan diskusi tadi, apa kesimpulanmu?"
6. Panduan untuk guru: bagaimana memfasilitasi agar semua siswa terlibat

Durasi diskusi yang ditargetkan: [durasi] menit.

9. Refleksi dan Pengembangan Diri Guru
#

9.1 Refleksi Pembelajaran
#

Bantu saya merefleksikan pembelajaran yang baru saja saya lakukan:

Konteks:
- Mata pelajaran dan topik: [deskripsikan]
- Kelas: [kelas]
- Strategi yang digunakan: [deskripsikan]
- Yang berjalan baik: [deskripsikan]
- Yang kurang berjalan sesuai rencana: [deskripsikan]
- Respons siswa yang saya amati: [deskripsikan]

Bantu saya:
1. Menganalisis mengapa hal tertentu berhasil atau tidak
2. Mengidentifikasi pola dari refleksi ini
3. Menyusun 3 pertanyaan reflektif mendalam yang sebaiknya saya pikirkan
4. Merumuskan 2-3 langkah konkret untuk meningkatkan pembelajaran berikutnya
5. Membuat catatan refleksi singkat (100-150 kata) yang bisa saya simpan sebagai dokumentasi profesional

9.2 Membuat Rencana Pengembangan Profesional
#

Bantu saya menyusun rencana pengembangan profesional (PD Plan) untuk semester ini.

Konteks saya:
- Mata pelajaran yang diajarkan: [sebutkan]
- Jenjang: [SD/SMP/SMA/SMK]
- Tahun pengalaman mengajar: [tahun]
- Tantangan terbesar yang saya hadapi saat ini: [deskripsikan]
- Kompetensi yang ingin saya kembangkan: [sebutkan]
- Waktu yang tersedia untuk pengembangan diri per minggu: [jam]
- Sumber daya yang tersedia: [misalnya: akun PMM, koneksi internet, komunitas guru, dll]

Buatkan rencana pengembangan yang:
- Realistis dan terukur
- Mencakup tujuan, aktivitas, timeline, dan indikator keberhasilan
- Memanfaatkan sumber daya yang ada di Indonesia (PMM, Guru Berbagi, komunitas, dll)
- Disajikan dalam format tabel per bulan

9.3 Menyiapkan Portofolio Digital Guru
#

Bantu saya merencanakan portofolio digital sebagai guru [mata pelajaran] di Indonesia.

Tujuan portofolio: [pilih: untuk kenaikan pangkat / sertifikasi / melamar pekerjaan / pengembangan diri / semua]

Bantu saya:
1. Menentukan komponen apa saja yang harus ada dalam portofolio
2. Menyusun struktur portofolio yang logis dan profesional
3. Membuat narasi "tentang saya" sebagai guru (berdasarkan profil berikut: [ceritakan singkat latar belakang dan filosofi mengajar])
4. Menyusun cara mendokumentasikan praktik mengajar secara sistematis ke depannya
5. Merekomendasikan platform digital yang cocok untuk portofolio guru Indonesia

Konteks: saya [deskripsikan diri singkat: sudah berapa tahun mengajar, mata pelajaran, prestasi atau kegiatan menonjol jika ada].

10. Teknik Prompting Lanjutan
#

Bagian ini menampilkan teknik prompting tingkat lanjut untuk mendapatkan hasil yang lebih presisi dari AI.

10.1 Role Prompting: Menjadikan AI sebagai Ahli Tertentu
#

Teknik ini menempatkan AI dalam peran spesifik agar respons yang dihasilkan lebih sesuai dengan konteks.

Kamu adalah seorang konsultan kurikulum berpengalaman yang telah 20 tahun membantu sekolah-sekolah di Indonesia menerapkan Kurikulum Merdeka. Kamu memahami tantangan guru di kelas yang heterogen dengan fasilitas terbatas.

Dengan latar belakang tersebut, bantu saya [deskripsikan permintaan yang dibutuhkan].

Berikan saran yang praktis dan bisa langsung diterapkan, bukan hanya teori.
Kamu adalah seorang siswa kelas [kelas] yang baru saja belajar [topik]. Kamu agak bingung dan penasaran. Ajukan kepada saya [sebut nama guru] pertanyaan-pertanyaan yang mungkin muncul di benak siswa setelah mempelajari materi ini. Tujuannya: membantu saya mengantisipasi pertanyaan siswa nyata di kelas.

10.2 Chain of Thought: Meminta AI Berpikir Bertahap
#

Teknik ini meminta AI berpikir secara bertahap sebelum memberikan jawaban akhir, sehingga hasilnya lebih terstruktur.

Saya ingin merancang asesmen autentik untuk topik [topik] di kelas [kelas].

Sebelum memberikan rekomendasi, pikirkan dulu langkah berikut:
Langkah 1: Identifikasi tujuan pembelajaran utama yang ingin diukur.
Langkah 2: Pertimbangkan apa yang bisa dan tidak bisa dilakukan AI dalam konteks tugas ini.
Langkah 3: Pikirkan apa yang hanya bisa dihasilkan oleh siswa secara personal (pengalaman, konteks lokal, proses berpikir).
Langkah 4: Barulah rancang tugas asesmen berdasarkan pertimbangan di atas.

Tunjukkan proses berpikirmu di setiap langkah, lalu berikan rekomendasi akhir.

10.3 Few-Shot Prompting: Memberi Contoh Sebelum Meminta Output
#

Teknik ini memberikan contoh format yang diinginkan agar AI meniru gaya atau struktur tersebut.

Saya ingin membuat pertanyaan pemantik untuk berbagai topik. Berikut adalah contoh format yang saya inginkan:

CONTOH 1:
Topik: Fotosintesis
Pertanyaan pemantik: "Jika tumbuhan bisa membuat makanan sendiri dari sinar matahari, mengapa kita tidak bisa melakukan hal yang sama? Apa yang membuat manusia dan tumbuhan begitu berbeda dalam cara mendapatkan energi?"

CONTOH 2:
Topik: Kemerdekaan Indonesia
Pertanyaan pemantik: "Bayangkan kamu hidup di tahun 1945. Orang-orang di sekitarmu berbeda pendapat tentang apakah Indonesia sudah siap merdeka atau belum. Kamu ada di pihak mana, dan apa alasanmu?"

Sekarang, buatkan pertanyaan pemantik dengan format dan gaya yang sama untuk topik-topik berikut:
- [Topik 1]
- [Topik 2]
- [Topik 3]

10.4 Iterative Refinement: Memperbaiki Output Secara Bertahap
#

Gunakan prompt berikut setelah mendapatkan output pertama yang belum sempurna.

Terima kasih. Output yang kamu berikan sudah cukup baik, tetapi saya ingin beberapa penyesuaian:

1. [Hal yang perlu diubah/diperbaiki]: Tolong [deskripsikan perubahan yang diinginkan]
2. [Hal yang perlu ditambahkan]: Sertakan juga [deskripsikan tambahan]
3. [Hal yang perlu dihilangkan]: Hapus bagian [deskripsikan bagian yang tidak diperlukan] karena [alasan]
4. Pertahankan: [sebutkan bagian yang sudah baik dan tidak perlu diubah]

Mohon hasilkan versi yang sudah direvisi secara lengkap.

10.5 Template Prompt Universal untuk Guru
#

Gunakan template ini sebagai kerangka untuk membuat prompt spesifik.

[PERAN AI]: Kamu adalah [deskripsikan peran yang relevan, misal: guru berpengalaman / pakar kurikulum / penulis buku pelajaran].

[KONTEKS]: Saya adalah guru [mata pelajaran] di [jenjang], mengajar kelas [kelas] yang terdiri dari [jumlah] siswa dengan karakteristik [deskripsikan singkat: kemampuan beragam / mayoritas visual / aktif berdiskusi / dll].

[TUGAS]: Bantu saya [deskripsikan tugas secara spesifik].

[FORMAT OUTPUT]: Hasilkan output dalam format [tabel / poin bernomor / narasi / template / dll] dengan panjang sekitar [estimasi panjang].

[BATASAN]: Pastikan output:
- Sesuai dengan konteks pendidikan Indonesia
- Bisa diterapkan dengan sumber daya yang tersedia di sekolah
- [tambahkan batasan lain yang relevan]

[INFORMASI TAMBAHAN]: [tambahkan konteks atau informasi lain yang perlu diketahui AI]

Catatan Penutup: Tips Mendapatkan Hasil Terbaik
#

Spesifik lebih baik dari umum. “Buatkan soal tentang fotosintesis untuk kelas 7 SMP dengan tingkat kesulitan sedang dan konteks pertanian lokal” jauh lebih baik dari “buatkan soal IPA.”

Berikan konteks yang cukup. AI tidak mengetahui kondisi kelas, lokasi sekolah, sumber daya yang tersedia, atau karakteristik siswa kecuali informasi tersebut disertakan dalam prompt.

Minta format yang jelas. Sebutkan format keluaran yang diharapkan, seperti tabel, poin, narasi, atau template. Pendekatan ini menghemat waktu penyesuaian.

Iterasi itu wajar. Jarang sekali output pertama sudah sempurna. Gunakan teknik iterative refinement untuk memperbaiki hasil secara bertahap.

Verifikasi selalu. Output AI adalah titik awal, bukan produk akhir. Selalu tinjau keluaran, sesuaikan dengan konteks nyata kelas, dan tambahkan sentuhan profesional sebagai pendidik.

Simpan prompt yang berhasil. Buat dokumen khusus berisi kumpulan prompt yang sudah terbukti menghasilkan output berkualitas untuk digunakan kembali.


Lampiran B | Belajar Bersama AI: Panduan Guru di Era Kecerdasan Buatan

Prompt-prompt dalam lampiran ini dapat disesuaikan dan dikembangkan lebih lanjut sesuai kebutuhan spesifik masing-masing pendidik dan sekolah.

Lampiran Buku Belajar Bersama AI - This article is part of a series.
Part 2: This Article

Load Comments