Lewati ke konten utama
  1. Posts/

Technitium DNS: Terlalu Bagus untuk Sekadar Ad-Blocker

·1197 kata·6 menit·
Noor Khafidzin
Penulis
Noor Khafidzin
Seorang homelab enthusiast yang terobsesi pada efisiensi sistem dan seni pemecahan masalah (troubleshooting).
Daftar isi

Saya Pikir Ini Cuma Pengganti Pi-hole
#

Dashboard Technitium DNS

Jujur, awalnya saya pasang Technitium DNS karena iseng. Seorang teman di forum homelab menyebutnya sekilas, dan saya pikir, ah, mungkin ini cuma varian lain dari Pi-hole yang tampilannya berbeda. Ekspektasi saya rendah. Saya sudah nyaman dengan Pi-hole, sudah tahu cara kerjanya, dan tidak sedang mencari masalah baru.

Tapi kemudian saya membuka dashboard-nya. Lalu saya klik tab DNS Zones. Lalu saya baca dokumentasinya sebentar.

Dan saya terdiam.

quote

Berapa banyak dari kita yang pakai sports car hanya untuk belanja ke warung?

Bukan karena Technitium begitu rumit. Justru sebaliknya, ia begitu jelas memperlihatkan seberapa jauh selama ini saya under-utilizing DNS di homelab sendiri. Saya sedang mengendarai sesuatu yang jauh lebih powerful dari yang saya bayangkan, dan saya baru sadar setelah sekian lama.

Kita Terlalu Lama Mendefinisikan DNS Terlalu Sempit
#

Bagi kebanyakan homelaber, perjalanan mengenal DNS dimulai dari satu titik: Pi-hole. Dan Pi-hole adalah guru yang luar biasa. Ia mengajarkan bahwa DNS bisa dikendalikan, bisa difilter, bisa dijadikan garis pertahanan pertama dari iklan dan tracker. Itu sebuah revelasi tersendiri bagi banyak dari kita.

Tapi tanpa sadar, Pi-hole juga membentuk persepsi yang terlalu sempit: DNS = pemblokir iklan. Padahal DNS jauh lebih dari itu.

DNS adalah sistem alamat dari seluruh jaringan kita. Ia adalah lapisan yang menentukan bagaimana setiap device, setiap service, setiap container bisa saling menemukan satu sama lain. Kalau DNS kita amburadul atau terlalu sederhana maka seluruh infrastruktur homelab terasa seperti kota tanpa papan nama jalan.

quote

DNS adalah fondasi infrastruktur, bukan aksesoris.

Pi-hole berjasa besar memperkenalkan DNS ke komunitas homelaber. Tapi ada langit di atas langit, dan Technitium DNS ada di sana.

Saat Homelab Tumbuh, Pi-hole Mulai Terasa Sempit
#

Contoh DNS Zone di Technitium DNS

Ada satu momen yang pasti dirasakan hampir semua homelaber serius: ketika setup yang dulu terasa cukup, tiba-tiba mulai terasa sesak.

Kamu mulai punya lebih dari sepuluh service yang berjalan. Ada Proxmox, ada beberapa VM, ada Jellyfin, Nextcloud, Vaultwarden, Gitea, mungkin beberapa container Docker. Kamu mulai bagi jaringan ke beberapa VLAN. Dan tiba-tiba kamu sadar, hostname service-service ini tidak resolve dengan bersih antar subnet. Kamu mulai setup Unbound sebagai recursive resolver di belakang Pi-hole, atau mungkin cloudflared sebagai DoH forwarder, dua jalur berbeda, dua komponen berbeda, dua hal yang harus dijaga tetap hidup dan sinkron. Belum lagi setiap VLAN baru berarti konfigurasi tambahan yang menyebar ke mana-mana.

Bukan salah Pi-hole. Ia memang tidak didesain untuk itu, Local DNS Record yang dimilikinya hanya mendukung A/AAAA dan CNAME, tanpa PTR, MX, atau SRV. Conditional forwarding-nya pun terbatas hanya untuk reverse DNS agar hostname DHCP bisa resolve, bukan untuk mengarahkan query zone tertentu ke upstream yang berbeda. Pi-hole adalah obeng yang sangat bagus, tapi kadang kamu butuh toolkit lengkap.

Keterbatasan Pi-hole Yang Bisa Dilakukan Technitium
Local DNS hanya A/AAAA & CNAME Full DNS record types, A, CNAME, PTR, MX, SRV, dan lainnya
Butuh Unbound atau cloudflared sebagai komponen terpisah Recursive resolver & DoH/DoT sudah built-in dalam satu aplikasi
Conditional forwarding hanya untuk reverse DNS/DHCP hostname Forward per-zone ke upstream berbeda, cocok untuk multi-VLAN & split DNS
Tidak ada DNS Zone lokal Full authoritative DNS Zone untuk domain lokal kamu sendiri

Dan inilah bagian yang paling menarik bagi homelaber serius: dengan Technitium, kamu pada dasarnya bisa membangun infrastruktur DNS seperti yang dijalankan Cloudflare, Google, atau provider DNS besar lainnya, hanya saja di rumah kamu sendiri. Kamu bisa menjadi authoritative nameserver untuk domain lokal kamu, mengelola zona DNS sendiri, melayani query dengan DoH/DoT, bahkan menjalankan secondary DNS server sebagai backup. Bukan simulasi, bukan workaround, tapi arsitektur DNS yang sesungguhnya, berjalan di atas hardware yang ada di rak server ruang tamu kamu. Ini bukan sekadar gimmick; ini adalah cara belajar memahami DNS secara mendalam sambil membangun infrastruktur yang benar-benar solid.

Technitium Memperlakukan DNS sebagai Infrastruktur, Bukan Fitur
#

Ini poin yang paling penting dan yang paling sering terlewat dalam perbandingan teknis biasa.

Technitium bukan lebih baik dari Pi-hole karena punya lebih banyak fitur. Ia berbeda karena filosofi desainnya berbeda. Technitium dibangun oleh seseorang yang berpikir sebagai network engineer, seseorang yang memandang DNS sebagai komponen inti dari infrastruktur, bukan sekedar filter lalu lintas.

Tiga hal yang mengubah cara pandang saya:

  • DNS Zones: Homelab kamu akhirnya punya tata kota sendiri. Buat domain lokal seperti home.lab, kelola semua A record dan CNAME langsung dari UI. Tidak ada lagi konfigurasi tersebar.
  • Recursive Resolver bawaan: Tidak ada lagi ketergantungan pada Unbound sebagai komponen terpisah. Technitium bisa resolve langsung ke root nameserver, tanpa perantara yang harus dijaga terpisah.
  • DoH/DoT native: Privasi dan enkripsi DNS bukan afterthought. Bisa diaktifkan langsung, baik sebagai server maupun forwarder, tanpa install cloudflared atau setup tambahan apapun.

Ini bukan soal checklist fitur. Ini soal bagaimana sebuah tools memandang masalah yang ia selesaikan.

Technitium Bukan Tanpa Cela
#

Artikel opini yang baik tidak menjual, tapi bercerita dengan jujur. Maka izinkan saya jujur.

Komunitas Technitium masih jauh lebih kecil dari Pi-hole. Kalau kamu stuck dan butuh jawaban cepat dari forum atau Reddit, kemungkinan besar lebih mudah menemukan solusi untuk Pi-hole. Dokumentasi Technitium cukup baik, tapi beberapa area masih bisa lebih lengkap.

Kurva belajarnya juga lebih curam. Justru karena fiturnya dalam, ada banyak hal yang bisa dikonfigurasi, dan itu bisa overwhelming di awal. Buat homelaber yang baru mulai, atau yang jaringannya memang sederhana dan hanya butuh block iklan, Pi-hole tetap pilihan yang sangat baik dan tidak perlu diganti.

quote

Tools terbaik bukan yang paling populer, tapi yang tumbuh bersama kebutuhan kamu

Technitium bukan untuk semua orang. Tapi untuk homelaber yang infrastrukturnya sudah mulai kompleks, Technitium DNS adalah upgrade yang terasa sangat natural.

Ini Bukan Soal Aplikasi, Tapi Cara Kita Membangun Homelab
#

Ada pola yang menarik di komunitas homelaber. Kita sering memilih tools berdasarkan popularitas dan kemudahan awal, lalu stuck di sana bahkan ketika kebutuhan kita sudah jauh melampaui apa yang tools itu bisa berikan.

Seberapa sering kita menggunakan solusi ‘just enough’ padahal fondasi yang lebih solid sudah tersedia? Ini bukan hanya soal DNS, ini soal mindset dalam membangun homelab.

Technitium mengajarkan sesuatu yang lebih dari sekedar cara kerja DNS. Ia mengajarkan homelaber untuk berpikir layaknya sysadmin sungguhan, yang memandang setiap komponen infrastruktur sebagai sesuatu yang harus dirancang, bukan hanya dipasang.

Ada kepuasan tersendiri ketika homelab kamu terasa solid dari pondasi. Ketika hostname resolve dengan sempurna, ketika tidak ada lagi komponen tambahan yang perlu dijaga terpisah, ketika kamu tahu persis bagaimana DNS query berjalan di jaringan kamu sendiri.

Mungkin Sudah Waktunya Kamu Outgrow Pi-hole
#

Ini bukan ajakan untuk membuang Pi-hole. Pi-hole adalah tools yang luar biasa dan berjasa besar bagi komunitas homelaber. Ia layak mendapat respek.

Tapi kalau homelab kamu sudah punya lebih dari sepuluh service, beberapa VLAN, dan kamu mulai bermimpi punya domain lokal sendiri yang rapi, mungkin kamu sudah butuh lebih dari sekedar ad-blocker.

Technitium ada di sana. Diam-diam menunggu untuk ditemukan. Dan ketika kamu menemukannya, kamu akan merasakan hal yang sama seperti saya, bukan excitement karena fitur baru, tapi ketenangan karena akhirnya fondasi DNS homelab kamu terasa benar.

Pada akhirnya, tools terbaik adalah yang sesuai dengan kebutuhan dan cara berpikirmu. Kalau artikel ini membuat kamu mempertimbangkan ulang setup DNS di homelab, misi selesai. Kalau tidak, tidak apa-apa juga. Yang penting, jangan berhenti mempertanyakan apakah fondasi yang kamu bangun hari ini masih cukup untuk homelab yang kamu impikan besok. Upvote kalau bermanfaat, dan ceritakan setup DNS kamu di komentar!

Terkait


Muat Komentar