Lewati ke konten utama
  1. Posts/

Cara Mount Storage External di CasaOS untuk Aplikasi Docker (Lengkap & Mudah)

··1028 kata·5 menit·
Noor Khafidzin
Penulis
Noor Khafidzin
Seorang homelab enthusiast yang terobsesi pada efisiensi sistem dan seni pemecahan masalah (troubleshooting).
Daftar isi

CasaOS adalah platform berbasis Docker yang memudahkan pengelolaan aplikasi self-hosted di rumah. Masalah yang paling sering muncul? Kapasitas penyimpanan internal yang cepat habis.

Solusinya adalah dengan mount (menghubungkan) storage external — HDD, SSD, atau USB flashdisk — agar bisa langsung dipakai oleh aplikasi Docker di CasaOS.

Artikel ini membahas cara mounting storage external di CasaOS dengan format FAT32, exFAT, NTFS, dan ext4, termasuk cara mengatur permission agar aplikasi Docker bisa mengaksesnya.


Persiapan Sebelum Mounting
#

1. Sambungkan storage external
#

Colokkan HDD/SSD/USB ke port USB perangkat yang menjalankan CasaOS.

2. Cek nama device storage
#

Jalankan perintah berikut untuk melihat daftar disk yang terdeteksi:

lsblk

Contoh output:

NAME   MAJ:MIN RM   SIZE RO TYPE MOUNTPOINT
sda      8:0    0 119.2G  0 disk
└─sda1   8:1    0 119.2G  0 part /
sdb      8:16   1  57.6G  0 disk
└─sdb1   8:17   1  57.6G  0 part

Dalam contoh ini, sdb1 adalah partisi di storage external. Nama ini bisa berbeda di perangkatmu (sdc1, sdd1, dll).

💡 Cara mudah bedakan internal vs external: storage internal biasanya sudah ada MOUNTPOINT-nya (misal /), sedangkan storage external biasanya belum punya mountpoint.

3. Format storage (opsional)
#

Lewati langkah ini jika storage sudah berisi data dan tidak ingin dihapus.

Pilih format sesuai kebutuhan:

Format Keunggulan Kelemahan
ext4 Performa terbaik di Linux, stabil Tidak bisa dibaca langsung di Windows
exFAT Kompatibel Windows/Mac/Linux, mendukung file >4GB Performa sedikit lebih rendah dari ext4
NTFS Kompatibel penuh dengan Windows Butuh driver tambahan di Linux
FAT32 Kompatibel hampir semua perangkat Tidak bisa menyimpan file >4GB

Perintah format (pastikan nama device sudah benar, semua data akan terhapus!):

ext4 — Direkomendasikan untuk homelab Linux:

sudo mkfs.ext4 /dev/sdb1

exFAT — Untuk kompatibilitas multi-platform:

sudo apt install exfatprogs -y
sudo mkfs.exfat /dev/sdb1

NTFS — Untuk kompatibilitas Windows:

sudo apt install ntfs-3g -y
sudo mkfs.ntfs /dev/sdb1 -f

FAT32 — Untuk flashdisk/kompatibilitas maksimal:

sudo mkfs.vfat /dev/sdb1 -n STORAGE

Cara Mount Storage di CasaOS
#

Langkah 1 — Buat Mount Point
#

Mount point adalah folder kosong yang akan menjadi “pintu masuk” ke storage external. Buat foldernya dulu:

sudo mkdir -p /mnt/external

Langkah 2 — Cari UUID Storage
#

⚠️ Penting: Jangan gunakan nama /dev/sdb1 secara langsung di konfigurasi permanen. Nama ini bisa berubah setiap kali reboot jika kamu menambah/melepas drive lain. Gunakan UUID yang unik dan tidak berubah.

Cari UUID storage external dengan perintah:

sudo blkid /dev/sdb1

Contoh output:

/dev/sdb1: UUID="a1b2c3d4-e5f6-7890-abcd-ef1234567890" TYPE="ext4"

Atau lihat semua UUID sekaligus:

lsblk -f

Catat nilai UUID-nya — ini yang akan dipakai di langkah selanjutnya.

Langkah 3 — Mount Manual (untuk Testing)
#

Sebelum konfigurasi permanen, test dulu apakah storage bisa di-mount:

ext4:

sudo mount /dev/sdb1 /mnt/external
sudo chown -R 1000:1000 /mnt/external

exFAT:

sudo mount -t exfat /dev/sdb1 /mnt/external -o uid=1000,gid=1000,umask=000

NTFS (kernel driver modern, Linux 5.15+):

sudo mount -t ntfs3 /dev/sdb1 /mnt/external -o uid=1000,gid=1000

FAT32:

sudo mount -t vfat /dev/sdb1 /mnt/external -o uid=1000,gid=1000,umask=000

Verifikasi berhasil:

df -h | grep external

Jika muncul di output, berarti berhasil. Lanjut ke langkah berikutnya.

Langkah 4 — Mount Permanen via /etc/fstab
#

File /etc/fstab berisi daftar storage yang akan di-mount otomatis saat sistem menyala.

⚠️ Backup dulu sebelum edit! Salah konfigurasi fstab bisa menyebabkan sistem tidak bisa booting.

sudo cp /etc/fstab /etc/fstab.bak

Buka file fstab:

sudo nano /etc/fstab

Tambahkan baris berikut di paling bawah (ganti UUID sesuai hasil blkid tadi):

ext4:

UUID=a1b2c3d4-e5f6-7890-abcd-ef1234567890  /mnt/external  ext4  defaults,nofail  0  2

exFAT:

UUID=a1b2c3d4-e5f6-7890-abcd-ef1234567890  /mnt/external  exfat  uid=1000,gid=1000,umask=000,nofail  0  0

NTFS (gunakan ntfs3 untuk kernel modern):

UUID=a1b2c3d4-e5f6-7890-abcd-ef1234567890  /mnt/external  ntfs3  uid=1000,gid=1000,nofail  0  0

FAT32:

UUID=a1b2c3d4-e5f6-7890-abcd-ef1234567890  /mnt/external  vfat  uid=1000,gid=1000,umask=000,nofail  0  0

💡 Penjelasan opsi nofail: Jika storage external tidak terpasang saat booting, sistem akan tetap menyala normal (tidak hang menunggu drive yang tidak ada).

Simpan file: tekan Ctrl+X, lalu Y, lalu Enter.

Uji konfigurasi tanpa reboot:

sudo mount -a

Jika tidak ada pesan error, konfigurasi sudah benar.

Langkah 5 — Atur Permission untuk Docker
#

Pastikan Docker (yang berjalan sebagai user 1000 di CasaOS) bisa mengakses storage:

sudo chown -R 1000:1000 /mnt/external
sudo chmod -R 755 /mnt/external

⚠️ Hindari chmod 777 di sistem produksi karena memberikan akses penuh ke semua user — termasuk yang tidak diinginkan.


Cara Menggunakan Storage di Aplikasi Docker
#

Via CasaOS GUI
#

  1. Buka CasaOS Dashboard → Settings → Storage.
  2. Storage external yang sudah di-mount akan muncul otomatis.

Via Konfigurasi Docker Volume
#

Saat menginstall atau mengkonfigurasi aplikasi di CasaOS, tambahkan volume mapping:

  • Host Path: /mnt/external
  • Container Path: /data (sesuaikan dengan kebutuhan aplikasi)

Atau jika edit docker-compose.yml secara manual:

volumes:
  - /mnt/external:/data

Troubleshooting
#

Error “Permission Denied” di Aplikasi Docker
#

Pastikan ownership sudah benar:

ls -la /mnt/external

Jika owner bukan 1000, jalankan:

sudo chown -R 1000:1000 /mnt/external

Untuk format FAT32/exFAT/NTFS yang tidak mendukung chown Linux, pastikan opsi uid=1000,gid=1000 sudah ada di fstab.

Storage Tidak Muncul di CasaOS setelah Reboot
#

Cek apakah sudah ter-mount:

df -h
# atau
findmnt /mnt/external

Jika belum ter-mount, cek error fstab:

sudo systemctl status local-fs.target

Restart CasaOS jika storage sudah mount tapi belum muncul di GUI:

sudo systemctl restart casaos

Sistem Tidak Bisa Boot setelah Edit fstab
#

Boot menggunakan live USB atau masuk ke recovery mode, lalu pulihkan file backup:

sudo cp /etc/fstab.bak /etc/fstab

Ini alasan kenapa backup fstab di awal itu sangat penting.

Format Ulang ke ext4
#

Jika ingin ganti format storage:

sudo umount /mnt/external
sudo mkfs.ext4 /dev/sdb1
sudo mount /dev/sdb1 /mnt/external
sudo chown -R 1000:1000 /mnt/external

Jangan lupa update UUID di /etc/fstab karena UUID berubah setelah format ulang (sudo blkid /dev/sdb1).


Kesimpulan
#

Dengan mounting storage external di CasaOS, kamu bisa:

  • ✅ Menambah kapasitas penyimpanan untuk aplikasi Docker
  • ✅ Menggunakan HDD/SSD/USB sebagai media penyimpanan tambahan
  • ✅ Mount otomatis saat sistem menyala via fstab

Ringkasan Rekomendasi Format
#

  • ext4 → Pilihan terbaik untuk homelab Linux murni
  • exFAT → Pilihan jika drive juga dipakai di Windows/Mac
  • NTFS → Jika drive sudah penuh data Windows dan tidak ingin format ulang
  • FAT32 → Hanya untuk flashdisk kecil atau perangkat lama

Tips Penting
#

  • Selalu gunakan UUID di fstab, bukan nama device (/dev/sdb1)
  • Selalu backup fstab sebelum diedit (sudo cp /etc/fstab /etc/fstab.bak)
  • Tambahkan opsi nofail agar sistem tetap bisa booting walau drive tidak terpasang
  • Untuk NTFS di Linux kernel 5.15+, gunakan driver ntfs3 (lebih cepat dari ntfs-3g)

Semoga berhasil! 🚀


Referensi:


Terkait


Muat Komentar