Hewrooo~
Kesempatan kali ini saya mau sharing tentang cara mengatasi BSOD (Blue Screen of Death) pada laptop Windows 10 & 11. Case saya ini terbilang “unik” karena masalahnya ternyata punya solusi yang di luar nalar — laptop saya BSOD ketika pakai baterai (bukan sambil charging), sekitar 10-20 menit tiba-tiba BSOD.
Cerita Singkat: BSOD yang Saya Alami #
Ceritanya saya upgrade laptop dari Ryzen 5 2500U ke Ryzen 5 5500U (berhubung dapet harga miring, hehe). Awalnya lancar aja, berhubung OS masih Windows 10, saya upgrade ke Windows 11.
Selang beberapa bulan (1–1,5 bulan), pas lagi main game tiba-tiba BSOD — tapi bisa hidup lagi. Beberapa hari setelah itu berjalan normal walaupun ga sambil di-charging. Tapi masalah itu muncul lagi.
Setelah searching-searching, ternyata ada beberapa hal yang bisa menyebabkan BSOD:
- ❌ Kesalahan/kerusakan hardware
- ❌ Driver yang tidak kompatibel atau outdated
- ❌ File system Windows yang corrupt
- ❌ Overheating / thermal throttling
- ❌ Power delivery yang tidak mencukupi
- ❌ RAM yang bermasalah
- ❌ Storage (HDD/SSD/NVMe) yang failing
Cara Mengetahui Penyebab BSOD #
Sebelum mulai troubleshoot, kita harus tahu dulu apa penyebab BSOD-nya. Ada dua cara utama:
1. Lihat Stop Code di Layar BSOD #
Saat BSOD muncul, perhatikan teks Stop code di bagian bawah layar.

Contoh: CRITICAL_PROCESS_DIED — ini adalah petunjuk utama. Tinggal cari di internet apa arti dari stop code tersebut.
Stop code yang umum:
| Stop Code | Kemungkinan Penyebab |
|---|---|
CRITICAL_PROCESS_DIED |
Proses sistem penting crash — bisa driver atau file corrupt |
IRQL_NOT_LESS_OR_EQUAL |
Driver bermasalah atau RAM rusak |
KERNEL_DATA_INPAGE_ERROR |
Masalah storage (HDD/SSD/NVMe) |
PAGE_FAULT_IN_NONPAGED_AREA |
RAM bermasalah atau driver corrupt |
SYSTEM_SERVICE_EXCEPTION |
Driver tidak kompatibel |
WHEA_UNCORRECTABLE_ERROR |
Masalah hardware (CPU, RAM, atau storage) |
DPC_WATCHDOG_VIOLATION |
Driver storage atau firmware outdated |
2. Gunakan Event Viewer #
Cara ini berguna kalau kamu tidak sempat baca stop code saat BSOD.
- Tekan
Win + Q, ketik Event Viewer, lalu Enter - Navigasi ke Windows Logs → System
- Filter berdasarkan level Critical atau Error (ikon merah)
- Cocokkan waktu log dengan waktu saat BSOD terjadi


Di bagian Details akan ada petunjuk lebih lanjut tentang penyebabnya.
Detail Case BSOD Saya #
Berikut gejala yang saya alami:
- ✅ Laptop hanya BSOD saat pakai baterai, kalau sambil charging tidak BSOD
- ✅ Hardware dicek normal — boot Windows dari flashdisk berjalan lancar tanpa charging
- ✅ Sudah install fresh OS (Windows 10 & 11) — tetap sama
- ✅ Semua driver sudah diupdate
- ✅ BIOS sudah versi paling baru
- ✅ Kadang setelah BSOD, NVMe tidak terbaca oleh sistem

Troubleshoot yang Sudah Saya Coba (Tapi Gagal) #
Berikut hal-hal yang sudah saya coba tapi belum berhasil:
- SFC & DISM — Menjalankan
sfc /scannowdanDISM /Online /Cleanup-Image /RestoreHealth→ masih BSOD - Fresh install OS — Install ulang Windows 10 & 11 dari awal → tetap sama
- Install driver dari situs resmi — Download langsung dari website pabrikan laptop → tetap BSOD
- Ghost Spectre (custom Windows) — Coba pakai Windows modifikasi → tetap sama 😂
Saya sudah hampir pasrah dan berencana mengganti NVMe kalau ada rezeki 🙃.
Solusi: Ganti Power Plan ke High Performance #
Long story short, saya lagi iseng “memaksakan” laptop buat main game. Utak-atik pakai software UXTU dan di Ghost Spectre ada opsi power plan High Performance.
Saat saya ganti power plan ke High Performance — ternyata penyakit laptopnya sembuh! 🎉


Kenapa bisa? Asumsi saya, pada power plan Balanced (default), power yang dialokasikan ke NVMe tidak mencukupi saat laptop pakai baterai. Akibatnya NVMe kehilangan daya sesaat → BSOD.
Troubleshoot BSOD Lainnya yang Bisa Kamu Coba #
Kalau solusi di atas belum menyelesaikan masalahmu, berikut beberapa metode troubleshoot lain yang bisa dicoba:
1. Cek Kesehatan RAM #
RAM yang bermasalah adalah salah satu penyebab BSOD paling umum.
- Buka Start Menu, ketik
Windows Memory Diagnostic, lalu Enter - Pilih Restart now and check for problems
- Laptop akan restart dan melakukan pengecekan RAM
- Setelah selesai, cek hasilnya di Event Viewer → Windows Logs → System (cari source
MemoryDiagnostics-Results)
Kalau ditemukan error, coba lepas dan pasang ulang RAM. Jika pakai dual-channel, coba jalankan dengan satu keping saja untuk identifikasi mana yang bermasalah.
2. Cek Kesehatan Storage (HDD/SSD/NVMe) #
Storage yang mulai rusak bisa menyebabkan BSOD, terutama dengan stop code KERNEL_DATA_INPAGE_ERROR.
- Buka Command Prompt as Administrator
- Jalankan perintah:
chkdsk C: /f /r - Sistem akan minta restart — pilih Yes dan biarkan proses berjalan
- Untuk NVMe/SSD, cek juga menggunakan software dari pabrikan (Samsung Magician, WD Dashboard, dsb.) atau pakai CrystalDiskInfo untuk lihat health status
3. Rollback atau Update Driver #
Driver yang baru diupdate bisa jadi penyebab BSOD.
- Buka Device Manager (
Win + X→ Device Manager) - Klik kanan pada device yang dicurigai (biasanya GPU atau chipset) → Properties → Driver tab
- Pilih Roll Back Driver untuk kembali ke versi sebelumnya
- Kalau tidak ada opsi rollback, coba download driver versi sebelumnya dari situs resmi
Khusus GPU:
- NVIDIA: Gunakan DDU (Display Driver Uninstaller) untuk clean uninstall, lalu install ulang driver
- AMD: Gunakan AMD Cleanup Utility sebelum install ulang
4. Clean Boot untuk Identifikasi Software Bermasalah #
Kalau BSOD-nya dicurigai karena software/service tertentu:
- Tekan
Win + R, ketikmsconfig, Enter - Buka tab Services → centang Hide all Microsoft services → klik Disable all
- Buka tab Startup → klik Open Task Manager → Disable semua startup items
- Restart laptop
- Kalau BSOD hilang, enable kembali service satu per satu untuk menemukan yang bermasalah
5. Cek Suhu / Overheating #
Overheating bisa menyebabkan BSOD, terutama saat load berat.
- Install HWMonitor atau HWiNFO untuk monitoring suhu
- Perhatikan suhu CPU dan GPU saat idle dan saat load
- Suhu normal idle: 35–50°C | Suhu normal load: 70–85°C
- Kalau suhu di atas 90–95°C, kemungkinan besar perlu:
- Bersihkan kipas dan ventilasi dari debu
- Ganti thermal paste
- Gunakan cooling pad
6. Update BIOS / Firmware #
BIOS yang outdated bisa menyebabkan masalah kompatibilitas hardware.
- Cek versi BIOS saat ini:
Win + R→ ketikmsinfo32→ lihat BIOS Version/Date - Download BIOS terbaru hanya dari situs resmi laptop (Lenovo, ASUS, HP, Dell, dsb.)
- ⚠️ Jangan matikan laptop saat proses update BIOS — bisa menyebabkan brick
7. Scan Malware #
Malware tertentu bisa merusak file sistem dan menyebabkan BSOD.
- Jalankan Windows Defender Full Scan: Settings → Windows Security → Virus & threat protection → Scan options → Full scan
- Untuk scan lebih mendalam, gunakan Malwarebytes (versi gratis cukup)
- Scan juga pakai Windows Defender Offline Scan untuk mendeteksi rootkit
8. Reset Windows Tanpa Hapus Data #
Kalau semua cara di atas gagal dan kamu tidak mau install ulang:
- Buka Settings → System → Recovery
- Klik Reset this PC
- Pilih Keep my files (hanya reset Windows, data tetap aman)
- Pilih Local reinstall atau Cloud download
- Ikuti wizard-nya sampai selesai
Kesimpulan #
BSOD punya banyak kemungkinan penyebab, jadi memang harus dicoba satu per satu. Berikut urutan troubleshoot yang saya rekomendasikan:
- Identifikasi — Cek stop code dan Event Viewer
- Software fix — SFC, DISM, update/rollback driver
- Hardware check — RAM diagnostic, cek storage, cek suhu
- Konfigurasi — Coba ganti power plan, clean boot
- Last resort — Reset Windows atau fresh install
Kalau kamu pakai laptop slim/ultrabook dan BSOD hanya muncul saat pakai baterai, coba ganti power plan ke High Performance — siapa tahu solusinya semudah itu, seperti kasus saya 😄.
Terima kasih sudah membaca, semoga bermanfaat!