Lewati ke konten utama
  1. Posts/

Lithium: Kelimpahan, Reaksi, Sifat Fisika dan Kimia, Kegunaan

··430 kata·3 menit·
Noor Khafidzin
Penulis
Noor Khafidzin
Seorang homelab enthusiast yang terobsesi pada efisiensi sistem dan seni pemecahan masalah (troubleshooting).
Daftar isi
Lithium

Lithium ditemukan oleh Johan August Arfwedson pada tahun 1817. Nama lithium berasal dari bahasa Yunani lithos yang berarti batu. Unsur kimia lithium memiliki simbol Li dan nomor atom 3. Unsur ini digolongkan sebagai logam alkali dengan sifat yang sangat lunak, berwarna putih keperakan. Lithium merupakan logam paling ringan di antara semua unsur logam.

Seperti semua logam alkali, lithium sangat reaktif dan mudah terbakar. Oleh karena itu, untuk mencegah oksidasi, logam lithium biasanya disimpan dalam wadah tertutup yang berisi minyak.

Ketersediaan Lithium di Alam
#

Salar del Hombre Muerto

Lithium tidak ditemukan dalam bentuk bebas di alam. Unsur ini ditemukan dalam jumlah kecil pada bijih batuan beku dan garam dari air mineral. Logam lithium murni dihasilkan melalui proses elektrolisis campuran lithium klorida (cair) dan kalium klorida.

Perkiraan kelimpahan lithium di kerak bumi adalah sekitar 0,002%. Salar del Hombre Muerto adalah salah satu sumber litium terpenting di dunia dan menjadi bahan baku utama dalam pembuatan baterai ion lithium.

Proses pembuatan unsur lithium:

Proses Pembuatan Unsur Lithium

Data Lithium
#

Properti Nilai
Golongan IA
Periode 2
Blok s
Konfigurasi Elektron [He] 2s¹
Nomor Atom 3
Nomor Massa 7
Massa Atom Relatif 6,941 g/mol

Sifat Fisika Lithium
#

Properti Nilai
Titik Leleh 180,5 °C (356,9 °F / 453,65 K)
Titik Didih 1.342 °C (2.447,6 °F / 1.615,15 K)
Kerapatan 0,534 g/cm³
Jari-jari Atom 145 pm
Warna Putih keperakan
Konduktivitas Listrik Konduktor
Struktur Kristal Kubus berpusat badan (BCC)

Lithium bersifat lunak dan mudah dipotong dengan pisau. Saat dipotong, lithium menampakkan warna putih keperakan yang segera berubah menjadi abu-abu karena teroksidasi membentuk lithium oksida.

Sifat Kimia Lithium
#

  1. Keelektronegatifan: 0,98
  2. Afinitas elektron: 59,6 kJ/mol
  3. Memiliki satu elektron valensi yang mudah dilepaskan untuk membentuk kation Li⁺.
  4. Senyawa lithium memberikan warna merah menyala pada uji nyala api, meskipun logam itu sendiri terbakar dengan warna putih terang. Ketika terbakar dengan kuat, nyala api berubah menjadi perak cemerlang.
  5. Lithium bersifat korosif.
  6. Lithium sangat mudah terbakar dan berpotensi meledak saat terkena udara atau air, meski reaktivitasnya lebih rendah dibandingkan logam alkali lainnya.
  7. Pada suhu di atas 100 °C, lithium bereaksi dengan oksigen membentuk lithium oksida (Li₂O).
  8. Lithium dapat bereaksi dengan belerang, hidrogen, nitrogen, dan gas halogen.

Reaksi pada Lithium
#

Reaksi pada Lithium

Kegunaan Lithium
#

  1. Baterai isi ulang. Logam lithium murni digunakan dalam baterai lithium ion yang dapat diisi ulang, yang banyak dipakai pada perangkat elektronik dan kendaraan listrik.
  2. Pembuatan kaca, keramik, dan aluminium. Lithium karbonat (Li₂CO₃) digunakan untuk membuat keramik dan kaca yang lebih kuat. Dalam produksi aluminium, lithium karbonat berfungsi menurunkan panas yang dibutuhkan dalam reaksi sehingga produsen dapat menghemat energi dan biaya.
  3. Minyak pelumas. Lithium stearat digunakan sebagai bahan dasar dalam pembuatan gemuk (grease) dan minyak pelumas industri.

Terkait


Muat Komentar